Usulan Perubahan Tarif INA CBG’s bidang Obstetri dan Ginekologi

Pengurus Besar POGI sudah mengirimkan Surat Usulan Perubahan Tarif INA CBG’s bidang Obstetri dan Ginekologi kepada Tim Tarif Kementerian Kesehatan RI dengan nomor surat 030/KU/VI/2015 yang berisi dasar, masalah dilapangan, usulan, dan saran.

Surat tesebut dapat di download di link dibawah ini :

2
  Related Posts
  • No related posts found.

Comments

  1. Dr.med. Sarmedi Purba SpOG  November 4, 2015

    Dalam perkembangan teknologi kedokteran khususnya bidang obstetri ginekologi, Indonesia sangat ketinggalan jauh. Untuk itu ada baiknya membuat crash program pelatihan SpOGs untuk teknologi uptodate dan membuat target dan evaluasi program pelatihan sehingga pelaksanaan di provinsi di luar Jakarta berkembang dengan baik. Contoh program:
    1. Bedah laparoskopik: di luar negeri 90% bedah ginekologi sudah dengan laparoskopi, malah sekarang one hole lalaroscopy. Di Indonesia berapa? 5 atau 10%? Banyak yang sudah dilatih tetapi sedikit sekali yang melakukan. Ada peraturan pelaksanaan yang agak kaku sehingga teknologi ini tidak berkembang.
    2. Rekonstruksi vagina pada prolapsus dengan syntetic mass jarang dilakukan sedang di luar negeri sudah rutin.
    3. IVF sangat sedikit. Tidak semua ibukota provinsi memilikinya. Sebaiknya ini ditargetkan dalam 5-10 tahun sehungga pemerataan pelayanan terpenuhi.
    4. Onkologi ginekologi harus dipercepat pendidikannya sehungga tiap kabupaten memiliki subspesialis ini.
    Demikian usul ini mudah-mudahan berkenan untuk mensukseskan program POGI 2015-2020.
    Salam sejawat
    Dr med Sarmedi Purba SpOG

    reply
    • Down soft  October 28, 2017

      Betul sekali pak, saya setuju dengan pernyataan anda…

      reply

Add a Comment