Sejarah

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami dokter Indonesia yang telah ikut aktif dalam pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan bangsa, bertekad untuk melanjutkan cita-cita perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur.

Taraf kesehatan perempuan Indonesia masih memprihatinkan seperti tercermin dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian ibu maupun perinatal. Disadari bahwa kesehatan perempuan merupakan kondisi yang mutlak harus diperhatikan, karena dari perempuan yang sehat akan lahir generasi mendatang yang sehat sehingga mampu menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia untuk bersaing diantara bangsa di dunia terutama dalam era globalisasi.

Untuk mencapai kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan pengamalan profesi Obstetri Ginekologi dalam rangka meningkatkan kesehatan perempuan yang merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Peningkatan pengamalan profesi kepada masyarakat hanya mungkin dilakukan oleh anggota Perkumpulan Obstetri Ginekologi melalui peningkatan profesionalisme yang mencakup peningkatan ilmu dan ketrampilan, kesejawatan yang didasari oleh etika dan nilai-nilai luhur serta peningkatan rasa tanggung jawab profesi baik langsung kepada pasien maupun melalui peningkatan kualitas jaringan pelayanan Obstetri Ginekologi.

Organisasi ini bernama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya adalah Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963).

Kedudukan POGI semakin kuat dengan disahkan melalui akte notaris No. 28 tanggal 15 Juni 2001.
POGI adalah satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia.